
Pendahuluan: Ketika Pesantren Bertemu Teknologi Otomotif Masa Depan
Di tengah hiruk pikuk perkembangan teknologi otomotif global, sebuah institusi pendidikan Islam, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ittifaqiah, muncul dengan narasi yang unik. Seringkali, pesantren dan madrasah identik dengan kajian kitab kuning dan ilmu agama, namun di lingkungan Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya, semangat untuk menguasai teknologi modern, khususnya di bidang otomotif, telah menjadi bagian integral dari kurikulum. Artikel ini akan mengupas tuntas bagaimana MTs Ittifaqiah, sebagai fondasi pendidikan menengah, menanamkan minat dan keahlian otomotif pada santri, serta bagaimana ekosistem pendidikan di sana bersiap menyambut era kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) dan modifikasi berteknologi tinggi.
Otomotif di Lingkungan Pesantren: Dari Ekstrakurikuler MTs ke Keahlian SMK
Minat santri terhadap dunia otomotif di Al-Ittifaqiah tidak muncul tiba-tiba. Pondasi keahlian ini sudah ditanamkan sejak jenjang MTs melalui program ekstrakurikuler. Program ini berfungsi sebagai pengenalan dasar, mengajarkan santri prinsip-prinsip mekanika sederhana, perawatan kendaraan, hingga etika berkendara yang bertanggung jawab.
“Keterampilan Komputer, Menjahit, Menyulam, Otomotif, Elektronik, Sablon.”
Kutipan dari brosur program pendidikan Al-Ittifaqiah menunjukkan bahwa otomotif telah lama diakui sebagai salah satu keterampilan penting yang harus dikuasai santri. Ini bukan sekadar hobi, melainkan bekal hidup yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Setelah lulus dari MTs, santri yang memiliki minat mendalam dapat melanjutkan ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Al-Ittifaqiah dengan program keahlian Teknik Otomotif. Di sinilah fokus pendidikan bergeser dari pengenalan menjadi penguasaan teknologi mutakhir.
Menyongsong Era Kendaraan Listrik (EV): Fokus Inovasi Ittifaqiah
Dunia otomotif Indonesia sedang mengalami transisi besar, bergerak dari dominasi mesin pembakaran internal (ICE) menuju kendaraan hybrid dan listrik murni. SMK Al-Ittifaqiah, yang menjadi kelanjutan dari MTs, telah merespons tren ini dengan adaptasi kurikulum yang agresif.
Menurut laporan internal, program Teknik Otomotif di Al-Ittifaqiah tidak lagi terpaku pada sistem konvensional. Fokus utama kini beralih ke:
1.Sistem Manajemen Baterai (BMS): Memahami cara kerja, perawatan, dan diagnosa baterai EV.
2.Motor Listrik dan Kontroler: Menguasai instalasi dan perbaikan komponen utama penggerak EV.
3.Integrasi Elektronik Canggih: Mempelajari sistem keamanan aktif seperti ABS dan Electronic Stability Control (ESC).
Tabel 1: Pergeseran Fokus Kurikulum Otomotif Santri

SAnti Sedang Membantu WArga PErbaiki BEcak MEsain
|
Aspek
|
Otomotif Konvensional (Fokus Lama)
|
Otomotif Modern (Fokus Ittifaqiah)
|
|
Komponen Utama
|
Karburator, Sistem Injeksi Mekanik
|
Motor Listrik, Baterai, Kontroler
|
|
Keahlian
|
Tune-up mesin, Modifikasi Knalpot
|
Diagnosa Sistem Elektronik, Perawatan Baterai
|
|
Tujuan Modifikasi
|
Peningkatan Performa (Kecepatan)
|
Peningkatan Efisiensi (Jarak Tempuh) dan Keamanan
|
|
Inspirasi Santri
|
Merakit motor balap/modifikasi harian
|
Merancang purwarupa kendaraan listrik operasional pesantren
|
Pergeseran ini menunjukkan bahwa “modifikasi” di lingkungan pesantren kini diartikan sebagai modifikasi kurikulum dan inovasi teknologi, bukan sekadar perubahan fisik kendaraan. Santri didorong untuk merancang purwarupa kendaraan listrik sederhana untuk operasional internal pesantren, sebuah proyek yang melatih mereka dalam pengelas an sasis, instalasi kelistrikan arus kuat, hingga desain bodi yang aerodinamis.
Modifikasi Berbasis Akhlak: Etika Santri dalam Industri Otomotif
Keahlian teknis yang tinggi harus diimbangi dengan integritas moral. Inilah keunggulan santri lulusan MTs dan SMK Al-Ittifaqiah. Pendidikan agama yang kuat, yang menjadi inti dari MTs, menanamkan nilai-nilai akhlak yang sangat dibutuhkan dalam industri otomotif.
Integritas dan Kejujuran: Seorang mekanik santri diharapkan tidak akan melakukan praktik curang, seperti mengganti suku cadang yang tidak perlu atau mematok harga yang tidak wajar. Prinsip amanah (dapat dipercaya) menjadi modal utama.
Keselamatan dan Tanggung Jawab: Modifikasi kendaraan yang dilakukan harus selalu mengutamakan keselamatan (safety riding). Santri diajarkan bahwa modifikasi yang melanggar aturan atau membahayakan pengguna jalan lain bertentangan dengan prinsip maslahah (kebaikan umum).
Inovasi Berkelanjutan: Fokus pada EV dan teknologi ramah lingkungan sejalan dengan ajaran Islam tentang menjaga alam (hifdzul bi’ah). Ini adalah bentuk modifikasi yang bertanggung jawab, yaitu memodifikasi teknologi untuk masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.

modif santri
Kesimpulan: Mencetak Teknisi Otomotif yang Berkarakter
Madrasah Tsanawiyah Ittifaqiah, melalui peranannya sebagai gerbang awal pendidikan di pesantren, berhasil menjembatani ilmu agama dan ilmu teknik. Dengan kurikulum yang terus beradaptasi, santri tidak hanya disiapkan untuk menjadi ahli dalam modifikasi dan perbaikan kendaraan, tetapi juga menjadi agen perubahan yang membawa etika dan integritas ke dalam industri otomotif modern. Mereka adalah generasi teknisi yang siap takluk teknologi otomotif masa depan, berbekal keterampilan canggih dan akhlak mulia.
.
REFERENSI:
Seputaran Berita Automotif Daerah Jakarta – autojakartanews
Seputaran Berita Automotif MEDAN – automedannews
Seputaran Berita Automotif SURABAYA – autosurabayanews