Turnamen Esports "Honor of Kings" Meriahkan Pekan Olahraga Santri SMK Al-Ittifaqiah

Turnamen Esports “Honor of Kings” Meriahkan Pekan Olahraga Santri SMK Al-Ittifaqiah

Oleh: Tim Redaksi ITTIF-News
Ogan Ilir, 20 Januari 2026 – Semangat kompetisi tidak hanya terbatas pada lapangan hijau. Dalam rangka Pekan Olahraga dan Seni Santri (PORSENI) tahun ini, SMK Al-Ittifaqiah secara resmi menggelar turnamen Honor of Kings (HoK), game MOBA mobile yang sedang viral, sebagai salah satu cabang olahraga elektronik (esports) yang dipertandingkan.
Keputusan ini diambil seiring dengan perkembangan pesat esports di Indonesia, yang bahkan telah diakui sebagai cabang olahraga resmi. HoK dipilih karena popularitasnya yang meroket di awal tahun 2026, terutama setelah Indonesia menjadi tuan rumah turnamen internasional Honor of Kings Invitational 2026 Season 4 di Jakarta [1].

Mengasah Strategi dan Kekompakan Tim

Turnamen ini diikuti oleh 16 tim dari berbagai kelas SMK Al-Ittifaqiah. Pembina OSIS, Ustadzah Siti Aisyah, S.Pd., menyatakan bahwa tujuan utama dari turnamen ini adalah untuk melatih kemampuan non-akademik santri.
“Esports, khususnya HoK, sangat menuntut strategi, komunikasi yang efektif, dan kekompakan tim. Ini adalah keterampilan penting yang relevan dengan dunia kerja dan kehidupan sehari-hari. Kami ingin santri kami bisa berprestasi di bidang yang mereka minati, namun tetap dalam koridor disiplin dan sportivitas pesantren,” jelasnya.
Berikut adalah beberapa aspek yang menjadi fokus penilaian dalam turnamen HoK ini:
Aspek Penilaian
Deskripsi
Keterampilan yang Diasah
Strategi Draft Pick
Kemampuan tim dalam memilih dan melarang hero (karakter) secara strategis sebelum pertandingan dimulai.
Analisis, Pengambilan Keputusan Cepat.
Komunikasi Efektif
Kejelasan dan kecepatan komunikasi antar anggota tim selama pertandingan berlangsung.
Kerjasama Tim, Kepemimpinan.
Sportivitas
Sikap menghargai lawan dan wasit, serta tidak menggunakan kata-kata kotor (toxic) selama pertandingan.
Akhlak Mulia, Disiplin Diri.

Final yang Dramatis dan Penuh Hikmah

Pertandingan final mempertemukan tim “Al-Ghazali” (Kelas XII RPL) melawan tim “Ibnu Sina” (Kelas X TKJ). Pertandingan berlangsung dramatis dengan skor akhir 3-2 untuk kemenangan tim “Al-Ghazali”.
Kemenangan ini tidak hanya dirayakan dengan piala, tetapi juga dengan pesan moral. Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah, dalam sambutannya, menekankan bahwa teknologi dan game adalah alat. “Seperti pisau, ia bisa digunakan untuk memotong daging yang halal, atau melukai. Gunakan kecerdasan dan kecepatan berpikir yang kalian latih di game ini untuk hal-hal yang bermanfaat bagi umat,” pesannya.
Turnamen HoK ini membuktikan bahwa pesantren modern mampu beradaptasi dengan tren global, mengubah game viral menjadi sarana positif untuk melatih mental, strategi, dan kekompakan santri.
Referensi:
[1]: # “Jakarta Hosts Prestigious Honor of Kings Invitational Season 4 in 2026 – Berita mengenai penyelenggaraan turnamen HoK di Jakarta yang menjadi inspirasi.”

[2]: # “Mobile Legends vs Honor of Kings: Ultimate Battle of Mobile… – Perbandingan HoK dengan game MOBA lain yang menyoroti aspek strategi.”
Gambar 1: Tampilan Karakter Honor of Kings: World