Mengasah Kreativitas Digital: Santri SMK Al-Ittifaqiah Adu Cipta di Lomba Hytale

Mengasah Kreativitas Digital: Santri SMK Al-Ittifaqiah Adu Cipta di Lomba Hytale

Oleh: Tim Redaksi ITTIF-News
Ogan Ilir, 20 Januari 2026 – Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah kembali menunjukkan komitmennya dalam memadukan pendidikan agama dan keterampilan digital. Kali ini, para santri dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Al-Ittifaqiah berpartisipasi aktif dalam Lomba Kreativitas Dunia Digital Hytale, sebuah kompetisi yang memanfaatkan game sandbox yang sedang viral, Hytale.
Game Hytale, yang baru saja memasuki fase Early Access pada 13 Januari 2026 [1], dipilih karena fitur-fitur canggihnya yang memungkinkan para santri tidak hanya bermain, tetapi juga merancang dan membangun dunia digital mereka sendiri. Kompetisi ini bertujuan untuk mengasah kemampuan desain, logika pemrograman sederhana, dan kreativitas spasial para santri.

Hytale: Bukan Sekadar Permainan, Tapi Media Kreasi

Kepala Program Studi Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Al-Ittifaqiah, Ustadz Budi Santoso, S.Kom., menjelaskan bahwa Hytale menawarkan platform yang ideal. “Kami melihat Hytale bukan sekadar game, melainkan sebuah platform kreasi. Fitur modding dan world-building yang mendalam memungkinkan santri mempraktikkan konsep desain dan arsitektur digital. Ini adalah cara yang menyenangkan untuk belajar problem-solving,” ujarnya.
Aspek-aspek yang dilombakan dalam kompetisi ini sangat menekankan pada inovasi dan pemanfaatan fitur Hytale:
Kategori Lomba
Fokus Penilaian
Keterampilan yang Diasah
Desain Arsitektur Islami
Kreativitas dan detail dalam membangun replika masjid atau kompleks pesantren di dunia Hytale.
Desain Spasial, Estetika, Pemanfaatan Blok.
Mini-Game Edukatif
Perancangan mini-game sederhana dengan tema edukasi atau keagamaan menggunakan alat skrip Hytale.
Logika Pemrograman, Game Design, Storytelling.
Eksplorasi Bioma
Kecepatan dan strategi dalam mengumpulkan sumber daya langka di zona petualangan (bioma) yang berbeda.
Problem-Solving, Manajemen Sumber Daya, Kerjasama Tim.

Antusiasme Santri dan Harapan ke Depan

Antusiasme para santri sangat tinggi. Tim “Al-Faruq” dari kelas XI TKJ, yang berhasil membangun replika detail Masjid Raya Al-Ittifaqiah dalam skala 1:1, menjadi salah satu tim yang paling disorot. “Kami harus berdiskusi intensif untuk menentukan jenis blok dan pencahayaan yang tepat agar terlihat seperti aslinya. Ini melatih kesabaran dan kekompakan kami,” kata Ahmad, ketua tim.

Diharapkan, melalui kompetisi ini, para santri dapat menyalurkan minat mereka pada dunia game ke arah yang positif dan produktif, sejalan dengan visi pesantren untuk mencetak generasi yang unggul dalam IPTEK dan IMTAQ.

 

Tampilan visual Hytale yang memadukan gaya blok dengan detail grafis modern, menjadi media kreasi baru bagi santri