Penyuluhan Penyakit Skabies Oleh Tim Kesehatan UNSRI dan RSMH Palembang

mts.ittifaqiah.ac.id_INDRALAYA; Rabu, 17 Oktober 2018, sekitar pukul 10.00 wib. Tim kesehatan dari UNSRI dan RSMH Palembang lakukan penyuluhan terkait penyakit skabies kepada beberapa santri MTs dan MA Al-Ittifaqiah yang mengalami gatal-gatal.

dr. Gita Dwi Prasasty menjelaskan bahwa Skabies adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kutu/tungau Sarcopies Scabiei Varian Homosis, yang penularannya terjadi secara kontak langsung.

“Penularan skabies biasanya melalui pakaian dalam, handuk, seprei, tempat tidur dan perabot rumah. Jarang terjadi kutu dapat hidup di luar kulit hanya 2-3 hari. Kutu ini dapat membuat lubang-lubang dibawah permukaan kulit, biasanya disela-sela antara jari, pergelangan tangan atau dibagian depan siku dan sekitar alat-alat kelamin disertai gatal”, jelasnya.

Penyakit ini banyak dijumpai pada anak dan orang dewasa muda. Tetapi dapat mengenai semua umur. Ciri morfologi tungau skabies antara lain berukuran 0.2-0.5mm, berbentuk oval, cembung dan datar pada sisi perut.

Pencegahan skabies pada manusia dapat dilakukan dengan cara: menghindari kontak langsung dengan penderita dan mencegah penggunaan barang-barang penderita secara bersama-sama. Pakaian, handuk dan barang-barang lainnya yang pernah digunakan oleh penderita harus diisolasi dan dicuci dengan air panas. Pakaian dan barang-barang asal kain dianjurkan untuk disetrika sebelum digunakan. Sprai penderita harus sering diganti dengan yang baru maksimal tiga hari sekali. Benda-benda yang tidak dapat dicuci dengan air (bantal, guling, selimut) disarankan dimasukkan kedalam kantung plastik selama tujuh hari, selanjutnya dicuci kering atau dijemur di bawah sinar matahari. Kebersihan tubuh dan lingkungan, serta pola hidup yang sehat akan mempercepat kesembuhan dan memutus siklus hidup Sarcopies Scabiei.

Menurut informasi yang redaksi peroleh dari lapangan, kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan Tim Kesehatan perihal melaksanakan pengabdian kepada masyarakat yang tertuju pada Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah dengan tema upaya menurunkan kasus skabies melalui peningkatan pengetahuan dan pelatihan pembuatan sabun sulfur yang berlangsung selama 2 hari, Rabu,17 Oktober (Santri Putri) dan Jum’at,19 Oktober (Santri Putra).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *