Kuliah Ikhtitam dan Pembukaan UAS II 2017-2018

mts.ittifaqiah.ac.id_INDRALAYA;
12 Mei 2018 pukul 07:30 Wib di kampus A dan D Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya telah dilaksanakan “Kuliah Ikhtitam” atau Penutupan Proses Pembelajaran Semester Genap Tahun 2017-2018 sekaligus Pembukaan Ujian Akhir Semester (UAS)¬† Tahun Pelajaran 2017-2018.

Dengan cuaca yang cukup hangat karena teriknya panas pagi, acara yang dipimpin langsung Mudir Drs. KH. Mudrik Qori, MA (Kampus A) dan Ust. Muhyidin, MA (Kampus D) itu berlangsung dengan khidmat.
Mudir Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah dalam sambutannya mengatakan ujian adalah bagian dari belajar.
“Anak-anakku, saat ini kita berkumpul yang pertama untuk penutupan pembelajaran. Penutup belajar yang dimaksud adalah dalam program Kurikuler, Ekstra Kurikuler dan Ko-Kurikuler yang terjadwal serta mengambil tempat khusus yang bersifat formal. Jangan salah pengertian, karena belajar tidak mengenal stop, akhir maupun finish, bahkan belajar bukan sekedar sepanjang hidup (Long Life Education), tetapi belajar¬† itu setiap waktu, jam, menit dan detik, karena salah satu sifat manusia adalah pembelajar”.

Dalam acara yang turut dihadiri oleh pengurus yayasan dan segenap ustadz dan ustadzah serta diikuti oleh ribuan santri ini, Al Mukarrom Ustadz Mudrik juga mengingatkan bahwa santri dalam moment kali ini harus lebih meningkatkan lagi keseriusan dalam belajar agar ilmu yang didapat bermanfaat.
“Anakku sekalian, kalian harus ketahui. Ujian itu bahwasanya bagian dari belajar, bukan belajar untuk ujian, karena ujian ini hakikatnya belajar. Kalian harus menjadi generasi yang matang, generasi pewaris dunia dan menjadi pemimpin dunia, Allahu Akbar. Ujian dengan benar, serius dan jangan main-main, teruslah belajar, belajar dan belajar”, begitulah sepenggal kata yang membangkitkan semangat kepada santri.

Ditempat terpisah (Kampus D), Wakil Mudir I Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah menuturkan bahwa, “Anak-anakku, secara formal memang proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) semester genap ini ditutup akan tetapi, hakikat belajar bagi setiap manusia tidak ada batasan, baik waktu, tempat maupun usia. Oleh karena itu belajarlah terus dengan giat, dan yakinlah, kegiatan belajar kalian tersebut bernilai pahala”.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *