“Mimpi Yang Terwujud”

Mimpi Yang Terwujud
By:  M. Tegar Firdaus

M. Tegar Firdaus/VIII-1/Palembang/Hobi : Melukis

Semilir angin berhembus pelan, mentari mulai mengeluarkan cahaya kehangatannya, dengan semangat yang membara, Ari pergi ke sekolah dengan al-Qur’an yang melekat di tangannya.
Dia sekarang duduk di kelas VII MTs. dan bermimpi menjadi seorang penghafal al-Qur’an. Dia belajar dengan sungguh-sungguh dan selalu membaca al-Qur’an dimanapun dan kapan pun dia berada.
Suatu hari dia baru saja pulang kerumah dan betapa terkejutnya ia karena rumahnya ia dapati dalam keadaan kosong, dia sekarang tinggal dengan Ibunya. Tetangganya berkata bahwa Ibunya kecelakaan dan sekarang dirujuk ke rumah sakit, dengan wajah yang sedih Ari berlari kerumah sakit. Sesampainya disana Ari menemukan Ibunya terbaring lemah diruang itu.

“Ibu…”, rintih Ari pelan.
Ibunya terbangun dari pingsannya dan mulai menangis
“Bu… jangan menangis, Ari akan selalu ada disamping Ibu” sambung Ari.
Dokter lalu menghampiri keduanya dan berkata bahwa Ibu harus membayar biaya pengobatan sebesar Rp. 5.000.000,- . Ibunya pun terkejut dan bersedih, ia tak punya uang sebesar itu. Ari lalu berkata pada Ibunya.
“Ibu jangan bersedih, aku akan membayar biaya itu”, ujar Ari.
“minggu depan ada perlombaan menghafal al-Qur’an, aku akan berusaha untuk memenangkannya.
Semenjak hari itu Ari mulai bersemangat untuk menghafal al-Qur’an, dia ykin akan memenangkan perlombaan tersebut, akhirnya perlombaan dimulai, dengan tekad yang kuat, akhirnya Ari mendapat juara pertama, betapa senang hatinya, airmatanya mulai menetes perlahan dengan luapan bahagia itu, Ari pun berlari menuju rumah sakit dan membayar biaya tersebut, lalu ia memeluk Ibunya dengan bahagia dan tangisan kesuksesan.
Dua tahun berlalu dengan cepat, sekarang Ari duduk di kelas  3 MTs, dia juga berhasil menghatamkan al-Qur’an. Dengan disaksikan oleh semua warga di masjid, Ari pun mendapatkan gelar al-Hafidz termuda didesanya, Ari sangat senang, ia lalu menghampiri Ibunya, dia mencium kaki kemudian memeluk Ibunya dengan sangat erat sambil berkata :
“Ibu Ari berhasil, mimpi Ari tewujud Bu”, ujar Ari di tengah tangisan bahagianya.
“Iya Ri, Ibu juga sangat bangga padamu”, jawab Ibu dengan bahagia.
“Aku percaya, bahwa kesungguhan dan keistiqomahan harus ada dalam mencapai kesuksesan”, Ujar Ari dalam hatinya.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *